Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Kelainan Seks Pada Pria Menggunakan Teorema Bayes

  • Prastoto Sandi Nugroho Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Mutaqin Akbar Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Keywords: Gangguan Kelainan Seks, Sistem Pakar, Teorema Bayes

Abstract

Perilaku penyimpangan seksual merupakan tingkah laku seksual yang tidak dapat diterima di kalangan umum.
Minimnya pengetahuan dan banyaknya kendala untuk mendapatkan Informasi tentang pendeteksian secara
lebih awal menjadikan tidak tertanganinya gangguan kelainan seks secara dini. Pada penelitian mengenai
rancangan sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan kelainan seks pada manusia khususnya dengan
mengimplementasikan metode teorema bayes sebagai alat ukurnya. Teorema Bayes adalah teorema yang
digunakan dalam statistika untuk menghitung peluang suatu hipotesis. Basis pengetahuan sistem pakar diperoleh
dari akuisisi pengetahuan pakar yaitu Psikolog. Pengujian ini menggunakan 45 data yang didapat melalui
kuesioner, lalu kuesioner tersebut diimplementasikan kedalam sistem. Hasil pada sistem dicocokan dengan
pakar hingga mendapatkan angka kecocokan maksimal dan hasil identifikasi yang mendekati. Berdasarkan
dari 45 data yang telah diujikan terhadap pakar dan sistem, sistem dapat mendeteksi 5 jenis gangguan kelainan
seks yaitu Eksibisionisme, Voyeurisme, Pedofilia, Fetisisme dan Transvestisme, dari hasil pengujian diagnosa
gangguan kelainan seks, didapat 38 pasien tervalidasi oleh pakar dan 7 pasien yang tidak sesuai. Sehingga
untuk tingkat akurasi sistem berdasarkan hasil validasi pencocokan pakar dan sistem adalah 84, 4%.

Published
2020-11-30
Section
Articles